TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Maftuhatul Hasanah 201610010311050 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang [email protected]

TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Maftuhatul Hasanah
201610010311050
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang
[email protected]

Abstrak:
In this paper I will discuss some of the goals of Islamic education which has been discussed about the importance of Islamic education that is the purpose of education seen from the national goals and educational institutions and the purpose of education as well as the process of formulating educational goals. Islamic Education As part of the national education system, Islamic education has the legitimacy to exist and has a place to live and thrive in Indonesia to meet the educational needs of the Muslim community as a majority citizen. Islamic religious education is an educational program that embeds Islamic teachings, through learning process, packed in subjects, named as Islamic Religious Education (PAI), both in public schools and schools under the auspices of the Ministry of Religious Affairs. Therefore we must know what is the purpose of Islamic education and what is the relevance of Islamic education with national goals.
Kata kunci : pendidikan islam, tujuan pendidikan islam, nilai ajaran Islam

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

A. PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan Islam identik dengan tujuan hidup manusia, yakni menjadi hamba Allah SWT dalam arti sesungguhnya, mendekatkan diri kepada Allah dan medapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan diakhirat.
Perumusan pendidikan Islam dilakukan agar penyempurnaan pendidikan islam agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana sesuai dengan tujuan awal. Agar fungsi pendidikan islam ini dapat berjalan dengan lanjar perludiperhatikannya fasilitas yang memadai serta situasi dan kondisi yang memungkinkan proses pembelajaran berjalan dengan lancar.
Dalam Peraturan Pemerintah RI No. 55 Tahun 2007 Bab I Pasal 1 dijelaskan bahwa Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurangkurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Sedangkan pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.
Pemahaman para ahli menegani tujuan pendidikan islam, dalam beberapa referensi yang ada, tidak menampakkan metode penarikan kesimpulan yang tegas mengenai rumusan tujuan tersebut. Mereka cenderung menggunakan pemahaman yang sudah menjadi eksplanasi pemikiran Islam mengenai manusia dalam pemikiran filosofis. Pemahaman filosofis mengenai manusia, peranan dan tugasnya, mereka turunkan menjadi tujuan pendidikan dalam perspektif Islam.

Rumusan masalah:
1. Apasajakah fungsi serta pengertian pendidikan islam
2. Apa saja tujuan pendidikan islam dilihat dari sisi nasional
3. Bagaimanakah proses perumusan tujuan pendidikan islam
4. Apasaja macam tujuan pendidikan islam

B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Pendidikan Islam
Dari sudut etimologi, pengertian pendidikan Islam diwakili oleh istilah talkim dan tarbiah yang berasal dari kata dasar allama dan rabba sebagai mana digunakan dalam Al-Qur’an, sekalipun konotasi kata tarbiah lebih luas karena mengandung arti memelihara, membesarkan, dan mendidik, serta sekaligus mengandung makna mengajar (allama).
Azyumardi Azra mengatakan, pendidikan Islma terlihat dalam penyusunan UU Sisdinas 2003, walaupun ada sebagian ada sebagian Pasalnya, pemerintah belum merealisasikan secara konsisten, contohnya Pasal 49 ayat 1 tentang anggaran pendidikan. Sementara Huzair Sanaky mengatakan, Upaya pemerintah untuk memperbaiki pendidikan islam di Indonesia dapat kita lihat komitmen mereka dalam penyusunan UU Sisdiknas 2003, walaupun perbaiknannya belum dilakukan secara mendasar, sehingga terkesan seadanya saja. Usaha pembaharuan dan peningkatan pendidikan Islam sering bersifatsepotong-sepotong atau tidak komprehensif dan menyeluruh serta sebagian besar sistem dan lembaga pendidikan Islam belum dikelola secara profesional.
Pendidikan Islam adalah kegiatan yang dilaksanakan secara terencana dan sistematis untuk mengembangkan potensi anak didik berdasarkan pada kaidah-kaidah agama Islam. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan pribadi manusia secara menyeluruh melalui latihan-latihan kejiwaan, akal pikiran, kecerdasan, perasaan serta panca indera yang dimilikinya. Dalam Perspektif budaya, pendidikahn Islam adalah sebagai pewarisan budaya, yaitu sebagai alat transmisi unsur-unsur pokok budaya kepada para generasi, sehingga identitas umat tatap terpelihara dalam tangangan zaman, bahkan dalam terma sosio kultural yang plural dikatakan pendidikan Islam tanpa daya sentuhan budaya akan kehilangan daya tarik yang pada akhinya hanya akan menjadi tontonan artifisial yang membosankan ditengah percaturan arus globalisasi.
Teori pengetahuan dalam hal ini pendidikan Islam memiliki keterkaitan dengan pendidikan agama Islam, akan memunculkan pembinaan dan pengoptimalan potensi; penanaman nilai-nilai Islam dalam jiwa, rasa, dan pikir; serta keserasian dan keseimbangan. Sehingga termakidah, ibadah, dan akhlak atau dengan penjabarannya dengan istilah pengenalan terhadap Allah SWT., potensi dan fungsi manusia serta kajian akhlak dan diterapkan dalam tataran aplikasi berupa cerdas pengetahuan, cerdas sikap dan nilai, serta cerdas dalam tindakan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari (berakhlak mulia).

Pendidikan dalam perspektif barat dapat diringkas dalam beberapa tujuan, di antaranya adalah untuk membentuk manusia yang cerdas; terampil (being skill); mandiri; dan bermoral. Belakangan ini, akibat pengaruh dari teori-teori spiritual quotient, teori tentang tujuan pendidikan menandaskan bahwa proses pendidikan selain bertujuan mencapai hal-hal yang disebutkan diatas, juga berkaitan dengan pencapaian kecerdasan spiritual.
Pendidikan perspektif islam lebih mengarahakan bahwa kecerdasan spiritual harus dilandskan pada nilai-nilai keislaman yang telah dipresentasikan oleh nilai-nilai al-Qur’an dan sunnah Nabi. Dan jika diteliti lebih lanjut, nilai-nilai tersebut jauh lebih mendalam daripada konsepsi Barat baik dari aspek praktis maupun epistimologinya.

2. Fungsi Pendidikan Islam
Pendidikan Islam, dengan beritik tolak dari prisip iman-Islam-ihsan atau akidah-ibadah-akhlak untuk menuju suatu sasaran kemuliaan mnusia dan budaya yang diridhai oleh Allah SWT, setidak-tidaknya memiliki fungsi-fungsi berikut ini:
a. Individualisasi nilai dan ajaran Islam demi terbentuknya derajat manusia muttaqin dalam bersikap, berpikir, dan berperilaku.
b. Sosialisasi nilai-nilai dan ajaran Islam demi terbentuknya umat Islam.
c. Rekayasa kultur Islam demi terbentuk dan berkembangnya peradaban Islam.
d. Menemukan, mengembangkan, serta memelihara ilmu, teknologi, dan keterampilan demi terbentuknya para manajer dan manusia profesional.
e. Pengembangan intelektual mislim yang mampu mencari, mengembangkan, serta memelihara ilmu dan teknologi.
f. Pengembangan pendidikan yang berkelanjutan dalam bidnag ekonomi, fisika, kimia, arsitektur, seni musik, seni budaya, politik, olah raga, kesehatan, dan sebagainya.
g. Pengembangan kualitas muslim dan warga negara sebagai anggota dan pembina masyarakat yang berkualitas kompetitif.
Pada hakikatnya, pendidikan Islam adalah suatu proses yang sifatnya berkelanjutan dan berkesinambungan. Berdasarkan hal ini maka tugas dan funsi pendidikan Islam dalah pendidikan manusia seutuhnya dan berlangsung sepanjang kehidupan manusia tersebut.
Suatu rumusan tujuan pendidikan akan tepat apabila sesuai dengan fungsinya. Diantara para ahli didik ada yang berpendapat bahwa fungsi tujuan pendidikan ada tiga yang semuanya bersifat normative:
a. Memberikan arah bagi proses pendidikan sebelum kita menyusun kurikulum, perencanaan pendidikan dan berbagai aktivitas pendidikan. Langkah yang harus dilakukan pertama kali ialah merumuskan tujuan pendidikan. Tanpa kejelasan tujuan, seluruh aktivitas pendidikan akan kehilangan arah, kacau bahkan menemui kegagalan.
b. Memberikan motivasi dalam aktivitas pendidikan karena pada dasarnya tujuan pendidikan merupakan nilai-nilai yang ingin dicapai dan diinternalisasikan pada anak atau subjek didik.
c. Tujuan pendidikan merupakan kriteria atau ukuran dalam evaluasi pendidikan.
Dalam menjalankan fungsinya pendidikan islam tidak begitu saja dapat dilaksanakan dengan baik tanpa adanya situasi dan kondisi yang kondusif. Berdasarkan pertimbangan ini maka fungsi pendidikan Islam dapat ditinjau dari segi struktural dan segi institusional. Dimensi struktural, pendidikan Islam menurut adanya struktur organisasi yang mengatur jalannya proses pendidikan. Sedangkan dimensi institusional mengisyaratkan tuntutan bagi pendidikan Islam untuk dapat memenuhi kebutuhan dan mengikuti perkembangan jaman. Dengan demikian pendidikan Islam bersifat elastis, dinamis dan kondusif.
Adapun menurut Abdul Rahman Saleh dalam bukunya Pendidikan Agama dan Pembangunan Watak Bangsa, fungsi Pendidikan agama Islam yaitu:
a. Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta akhlak mulia.
b. Kegiatan pendidikan dan pengajran.
c. Mencerdaskan kehidupn bangsa
d. Membangkitkan semangat studi keilmuan dan IPTEK.
3. Proses Perumusan Tujuan Pendidikan Islam
Proses pendidikan Islam merupakan proses pelestarian dan penyempurnaan kultur islam yang selalu berkembang dalam suatu proses transformasi budaya yang berkesinambungan di atas konstanta wahyu yang merupakan nilai universal.
Agar proses pendidikan Islam dapat berjalan secara konsisten dan efektif ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu:
a. Kedudukan bahan pelajaran, khususnya ilmu dan teknologi dala perspektif Islam atau epistimologi ilmu Islam. Merupakan suatu keharusan untuk menjadikan bahan pelajaran itu sebagai komponen pendidikan yang pembentukannya secara bertahap.
b. Tenaga pendidikan yang berkualitas dalam bidang ilmu yang menjadi spesialisasi dan bidang metodologi pendidikan secara profesional. Pengadaan tenaga pendidik, sebelum diperoleh melalui hasil sistem latiahn berikut:
a) Preserice yang pesertanya adalah tenaga ahli ilmu umum yang dilengkapi ilmu agama dan ahli ilmu agama yang dilengkapi ilmu umum secara integral.
b) Insrvice untuk mereka yang sudah terlibat dalam kegiattan pendidikan tersebut sesuai dengan prinsip pendekatan integratif seperti diatas.
c) Onservice untuk mereka yang sudah terlibat dalam pendidikan tersebut dengan kegiatan supervisi dan bimbingan dengan prinsip ssama dengan 1 dan 2.
c. Administrasi, berupa penunjang proses yang dijalankan dengan suatu sistem mekanisme yang menjamin berfungsinya sebagai sarana tindaka lanjt pendidikan akademik serta sumber data dan informasi. Khusus dalam administrasi keuangan harus diupayakan adanya masukan internal dan masukan eksternal. Dalam hal ini, hasilnya dikendalikan oleh individu atau mekanisme yang monolit (memiliki kekuatan tunggal dan berpengaruh) sehingga lahirlah kesatuan tanggung jawab.
d. Pembelajaran diajalanka dengan prinsip seleksi, gradasi, dan evaluasi yang ketat. Artinya, penyusunan bahan ajar, metodologi, dan evaluasi dilakukan sesuai dengan tujuan umum (yaitu terbentuknya manusia muttaqin), tujuan kelembagaan, serta tujuan proses pendidikan dalam keseluruhan maupun secara khusus setiap periode waktu tertentu selalu ditinjau kembali dan direvisi sesuai dengan perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat maupun perkembangan yang diinginkan terjadi dalam masyarakat. Sedangkan evaluasi keberhasilan peserta didik hendaknya meliputi:
a) Aspek kognitif (ilmu)
b) Aspek profesional (psikomotor), yaitu kemampuan untuk mengaplikasikan atau menggunakan ilmu, teknologi, dan keterampilan dallam tugasnya
c) Aspek kreativitas, yaitu kemampuan untuk mengembakan sesuatu lebih jauh dari apa yang ia peroleh.
d) Aspek kepribadian yang utuh sebagai hamba Allah, waga negara,anggota masyarakat, serata anggota keluarga yang beriman dan brtakwa.
Tujuan Pendidikan dirumuskan dalam Konferensi Pendidikan Islam Internasional yang telah dilakukan beberapa kali. Konferensi pendidikan dilakukan pertama kali di Makah pada 1977 yang memiliki agenda membenahi dan menyempurnakan sistem pendidikan Islam yang diselenggarakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Konferensi yang kedua dilaksanakan di islamabad Isam pada 1980 untuk membahas penyusunan pola kurikulum pendidikan Islam. Konferensi pendidikan yang ketiga dilaksanakan di Dhakka pada 1981 untuk membhas pengembangan buku teks. Sementara konferensi pendidikan yang keempat dilaksanakan di Jakarta pada 1982 untuk membahas metodologi pengajaran. Konferensi pendidikan islam yang telah banyak dilakukan itu telah merumuskan dan merekomendasikan pentingnya membenahi dan menyempurnakan sistem pendidikan Islam yang diselenggarakan leh umat Islam di seluruh dunia.
Pada konferensi yang pertama telah dibahas 150 makalah yang ditulis oleh 319 sarjana dari 40 negara islam. Konferensi tersebut juga telah berhasil merumuskan tujuan pendidikan islam, sebagai berikut:
Pendidikan bertujuan menimbulkan pertumbuhan yang seimbang dari kepribaadian total manusia melalui latihan spiritual, intelektual, raional diri, perasan, dan kepekaan tubh manusia, oleh karena itu pendidikan seharusnya memenuhi pertumbuhan manusia dlam segala aspeknya: spiritual, intelektual, imaginatif, fisik, ilmiah, linguistik, baik scara individual, maupun secara colektif dan memotivasi semua aspek untuk mencapai kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan islam adalah terwujudnya penyerahan mutlk kepada Allah, baik kepada tingkat individu, masyarakat, maupun kemanusiaan pada umumnya.

4. Peringkat dalam Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan pendidikan Islam dikemukakan oleh Hasan Langgulung secara sistematis, hanya saja ia tidak menyebutkan landasannya. Tujuan paling tinggi (ultimate aims) pendidikan Islam menurutnya untuk membentuk manusa berkepribadian khalifah. Ini yang disebut oleh Arsan al-Kailani dengan istilah ??????? ???????.
Tujuan yang lebih rendah sebagai turunan langsung dari ultimate aims disebut aims. Ini bisa disebut tujuan akhir pendidikan Islam. Pada tahap ini tujuan pendidikan Islam da dua , yaitu ????? dan ?????, ibadah ini sejajar atau sebanding dengan konsep takwa dan juga akhlak. Sementara siyadah sejajar atau sebanding dengan ilmu. Ini masih disebutkan oleh Arsan al- Kailani dengan ??????? ???????
Tujuan pendidikan Islam yang diturunkan oleh tujuan akhir ini disebut langgulun dengn goals. Semua yang diakibatkan oleh ibadah dan siyadah semua termasuk goals. Tahap bisa disebutkan tujuan menengah. Contohnya, goals dari pendidikan Islam untuk melaksanakan ibadah shalat. Ibadah shalat turunan dari ibadah. Sedangkan contoh dari turunan siyadah, goals pendidikan Islam untuk menguasai matematika.
Tujuan yang diturunkan oleh ibadah bukan saja ibadah sholat, bisa juga ibadah puasa, ibadah zakat, haji, sedekah, dan sebagainya. Tujuan yang diturunkan oleh siyadah bukan saja matematika, ada fisika, kimia, biologi, sosiologi dan sebagainya. Ibadah sebagai garis representasi dari teori.
Bagian terkecil dari goals itu dengan objective. Bisa disebut objective sebagai tujuan terdekat. Tujuan terdekat ini ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. yang umum itu disebut general objective, sedangkan yang khusus itu specivic objektive.

5. Macam-macam Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi diantaranya yaitu:
? Tujuan institusional
adalah tujuan yang dicapai menurut program pendidikan di tiap sekolah atau lembaga pendidikan tertentu secara bulat seperti tujuan institusional SLTP/SLTA.
? Tujuan umum
adalah cita-cita hidup yang ditetapkan untuk dicapai melalui proses kependidikan dengan berbagai cara atau sistem, baik sistem formal (sekolah), sistem nonformal (nonklasikal dan nonkurikuler), maupun sistem informal (yang tidak terikat oleh formalitas program, waktu, ruang, dan materi).
? Tujuan Nasional
Berkenaan dengan pendidikan nasional, sepertinya pendapat Ki Hajar Dewantara (ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani), sebagaimana yang disunting oleh Abuddin Nata, sudah bisa mewakili. Ia berpendapat bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan 16 Republik Indonesia, Undang-Undang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) (UU RI No. 20 Th. 2003) yang beralaskan garis hidup dari bangsanya dan ditujukan untuk keperluan prikehidupan yang dapat mengangkat derajat negara dan rakyatnya agar dapat bekerjasama dengan bangsa lain untuk kemuliaan segenap manusia di muka bumi. Sementara dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dijelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian, tujuan pendidikan hendaknya disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia.
Tujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam UndangUndang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Salah satu bab diterangkan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dengan demikian, yang dimaksud dengan tujuan pendidikan nasional dalam sistim pendidikan nasional (sisdiknas) adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dari pengertian pendidikan nasional dan tujuan pendidikan nasional, sangat kental nuansa nilai-nilai agamanya. Pada beberapa bab lainnya juga sangat tampak bahwa kata agama dan nilai-nilai agama kerap mengikutinya.
Tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah agar manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh. Interaksi di dalam diri manusia memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shoum (puasa) sunnah, selalu bersilaturahim dengan keluarga dan masyarakat. Semakin sering ia melakukan latihan, maka semakin banyak amalnya dan semakin mudah ia melakukan kebajikan.
Pendidikan Islam dengan demikian harus diarahkan kepada upaya mewujudkan cita-cita Islam, yaitu terbentuknya manusia yang beriman dan bertakwa serta secara tulus melakukan pengabdian kepada Allah SWT, disamping mengembangkan fitrahnya dalam rangka melakukan tugas-rugas social kemanusiaa. Sebab itu jika kita memperhatikan tugas dan fungsi manusia secara filosofis, maka tujuan pendidikan itu bisa dibedakan sebagai berikut :
? Tujuan individual yang menyangkut individu, melalui proses belajar dengan tujuan mempersiapkan dirinya dalam kehidupan dunia dan akhirat.
? Tujuan sosial yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat sebagai keseluruhan, dan dengan tingkah laku masyarakat umumnya serta perubahan-perubahan yang dinginkan pada pertumbuhan pribadi, pengalaman dan kemajuan hidupnya.
? Tujuan professional yang menyangkut pengajaran sebagai ilmu, seni, dan profesi serta sebagai suatu kegiatan dalam masyarakat.