Sebenarnya tradisi keluarga itu bertujuan untuk mempererat hubungan antara satu anggota keluarga satu sama lain

Sebenarnya tradisi keluarga itu bertujuan untuk mempererat hubungan antara satu anggota keluarga satu sama lain. Selain itu, dengan adanya tradisi keluarga juga bisa membuat keluarga kita menjadi satu. Setiap tradisi keluarga memiliki nilai yang dianggap baik oleh keluarga itu sendiri. Tetapi, hal ini tergantung oleh orang yang melihat. Dan kali ini aku akan membahas tentang tradisi di keluargaku yang sudah ada sejak dahulu. Entah kapan tepatnya tradisi ini dijalankan. Seperti tradisi keluarga pada umumnya, tradisi keluargaku juga membentuk keluarga kami menjadi satu dan terdapat beberapa nilai di dalamnya. Dan aku akan memperlihatkan salah satu tradisi di keluargaku yang terjadi pada saat tahun baru.
Tahun baru menurut keluargaku adalah dimulainya hari baru yang diharapkan dapat membawa kebaikan dan manfaat. Oleh karena itu, jika tahun baru tiba aku dan keluargaku biasanya menghabiskan waktu dengan pergi ke suatu tempat, entah itu taman bermain, mall, atau restoran sekedar untuk makan bersama makanan yang kita sukai. Saat tahun baru, ini saatnya keluargaku untuk menyegarkan pikiran setelah lelah dengan jadwal padat yang telah kita jalani sebelumnya. Tahun baru mengajarkan bagaimana kita tetap saling mencintai satu sama lain walaupun waktu telah berlalu. Tradisi di tahun baru ini bukan hanya tentang satu keluarga saja. tetapi, beberapa keluarga yang telah menyatu ikut terlibat di dalamnya. Ayahku biasanya mengajak saudaraku yang lain pergi bersama. Ayahku berpikir bahwa kebahagiaan bukan hanya dinikmati oleh diri sendiri, tapi orang lain juga bisa mendapatkannya. Ayahku berkata bahwa mobil harus terisi penuh oleh saudara2 yang lain. Ayahku mengajak saudaranya, keponakannya, bibi, dll. Ini seperti mengisi sebuah mikrolet yang harus terisi penuh oleh penumpang bukan? tapi, hal inilah yang membuat suasana menjadi lebih seru dan ceria. Kita bahagia bersama, tertawa bersama, bercerita tentang apapun bersama. Saat itu, kita pergi ke sebuah mall. Beruntungnya di sana terdapat pula taman bermain. Tentu tradisi tahun baru kali ini terasa lengkap. Kita bisa berkeliling sekaligus bermain. Selain itu, kita juga datang ke sebuah restoran untuk makan. Keluargaku tidak terlalu suka makanan eropa seperti pizza, burger, atau makanan lain yang mengandung keju dan juga mayonnaise. Kita lebih suka makanan Indonesia seperti pecel, bakso, sate, soto dll. Keluargaku juga tidak suka ke restoran yang mahal. Jadi ayahku mengajak kami makan di pinggir jalan. Ini juga salah satu tradisi di keluargaku. kata ayahku, makan di pinggir jalan itu lebih menyenangkan daripada di restoran mahal. Jadi, sejak kecilpun aku sudah terbiasa membeli makanan di pinggir jalan karena ku pikir itu jauh lebih murah dan mengenyangkan.
Setiap keluarga pasti mempunyai alasan mengapa mereka melakukan semua tradisi itu. Bahkan sebuah tradisi juga bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Dan aku pikir, tradisinya boleh berubah asal tujuan baik dari tradisi itu harus tetap dipertahankan yaitu untuk mempererat hubungan antar keluarga.