BAB IPENDAHULUAN1

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPesatnya perkembangan ekonomi dan teknhologi telah menjangkau seluruh elemen masyarakat. Hal ini mengakibatkan pelaku usaha dan bisnis wajib memiliki dan menerapkan strategi yang inovatif serta efektif di tengah-tengah ketatnya persaingan bisnis. Terobosan-terobosan dilakukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan terhadap produk bisnis yang ditawarkan, baik dalam bentuk jasa maupun barang. Pelaku usaha dan bisnis memiliki tolak ukur kesuksesan pada usaha atau bisnis yang dijalankan. Untuk itu perlu memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efesien, baik sumber daya manusia, sumber daya alam, maupun sumber daya modal. Indikator kesuksesan dalam bisnis ditandai dengan perolehan laba yang maksimal. Faktor pendukung perolehan laba adalah harga jual produk yang ditawarkan. Harga jual sangat berpengaruh terhadap volume penjualan produk bisnis, apabila harga jual terlalau tinggi maka akan menurunkan kemampuan dan daya beli konsemen, sehingga berimbas pada penurunan volume penjualan dan laba yang diperoleh. Sebaliknya, apabila harga jual produk bisnis yang ditawarkan lebih rendah dan sesuai harga wajar bagi konsumen pada umumnya maka akan menaikkan kemampuan dan daya beli sehingga volume penjualan meningkat dan perolehan laba juga meningkat.

Dalam menentukan harga jual, biaya adalah salah satu hal terpenting yang menjadi pertimbangan. Melalui perhitungan biaya yang dikeluarkan maka akan dapat diketahui seberapa besar harga yang ditetapkan agar biaya yang dikeluarkan dalam membuat atau menghasilkan produk tertutupi serta target laba tercapai. Usaha atau bisnis yang berkembang pada umumnya ada tiga jenis, yaitu: usaha atau bisnis yang bergerak dibidang jasa, usaha atau bisnis di bidang dagang, dan usaha atau bisnis di bidang manufaktur. Salah satu contoh usaha atau bisnis yang bergerak dibidang jasa dan dagang adalah bengkel kendaraan roda dua. Usaha atau bisnis jenis ini memberikan layanan jasa servis dan penggantian suku cadang kendaraan roda dua, sehingga biaya yang dikeluarkan pelaku usaha atau bisnis tidak hanya sebatas gaji mekanik tetapi juga biaya penggantian suku cadang pada kendaraan yang membutuhkan. Tarif yang dikenakan kepada konsumen bergantung pada layanan apa saja yang diberikan.
Metode Time and Material Pricing adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual atas waktu dan bahan yang dikorbankan atau diberikan kepada konsumen. Metode ini dapat mengakomodasi secara terpisah perhitungan biaya atas volume atau kuantitas yang terjual secara terperinci. Time Pricing diketahui dengan cara menghitung biaya tenaga kerja langsung per jam ditambah Mark Up per jam atas biaya tenaga kerja langsung. Material Pricing dapat diketahui dengan cara menghitung biaya pembelian material ditambah Mark Up biaya material.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Penelitian terdahulu berjudul “Perhitungan Harga Jual Jasa Servis Dengan Menggunakan Time and Material Pricing Method Pada PT Intraco penta, Tbk Cabang Samarinda”. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui mengetahui penetapan harga jual jasa servis berdasarkan biaya yang dikeluarkan. Dari hasil penelitian didapati bahwa harga jual jasa servis yang ditetapkan perusahaan lebih rendah dibandingkan dengan harga jual jasa servis yang dihitung dengan menggunakan metode Time and Material Pricing CITATION Sus13 l 14345 (Susanti, 2013).

Penelitian lainnya dilakukan pada bengkel Pangkalan Motor Servis, yang berjudul “Penerapan Metode Time and Material Pricing Dalam Menentukan Harga Jual Jasa Servis Pada Pangkalan Motor Servis”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai biaya-biaya yang wajar untuk diperhitungkan dalam penentuan harga jual jasa servis dan suku cadang dan untuk memperoleh perbandingan antara metode penentuan harga jual jasa servis dan suku cadang yang ditetapkan perusahaan dengan harga jual yang dihitung menggunakan metode Time and Material Pricing. Dari hasil penenlitian diketahui bahwa markup dari harga jual waktu sebesar 69,4% dan markup dari bahan dan suku cadang sebesar 173,72%. Harga jual dengan menggunakan metode Time and Material Pricing lebih tinggi dibandigkan dengan harga jual yang ditetapkan perusahaan saat ini. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak memasukkan seluruh biaya kedalam komponen harga jual CITATION FIS14 l 14345 (Dwiyandra, 2014).

Bengkel resmi Honda Pangeran Motor adalah salah satu jenis usaha atau bisnis yang bergerak dibidang jasa servis dan penjualan suku cadang kendaraan roda dua khusus yang bermerek Honda. Saat ini, penetapan harga jual dengan mengikuti tarif yang pada umumnya berlaku di sesama bengkel resmi Honda sehingga mengabaikan beberapa biaya tambahan yang berbeda-beda di setiap bengkel. Sebagai bengkel resmi bengkel ini diatur oleh regulasi untuk penetapan tarif minimum agar tidak terjadi persaingan tidak sehat diantara sesama bengkel resmi Honda, selain regulasi terhadap harga ada pula standar kelayakan bengkel resmi Honda yang kemudian memerlukan biaya tambahan untuk melengkapinya. Perlengkapan yang diwajibkan dalam standar ini seringkali terabaikan untuk digunakan sebagai bagian dari penentuan harga jual. Dengan menggunakan tarif yang berlaku umum bengkel ini memperoleh omset lebih dari 750 juta rupiah dalam setahun. Sementara itu, asset tetap dari bengkel ini berjumlah lebih dari 1,2 miliar. Biaya tambahan yang dikeluarkan Pangeran Motor adalah biaya pemasaran yang cukup besar, yaitu 10 juta rupiah setiap bulan. Pemasaran dan biaya pemasaran tidak dilarang atau diwajibkan terhadap bengkel resmi Honda. Biaya ini merupakan salah satu bentuk biaya yang dikeluarkan melalui kebijakan bengkel yang bersangkutan untuk membuat nilai berbeda terhadap bengkelnya. Setiap bengkel Honda memiliki target laba yang berbeda-beda sesuai dengan harapan dari pemilik atau manajemen, bengkel Pangeran Motor sendiri menetapkan target laba bersih sebesar 50 juta perbulan. Besarnya biaya pemasaran ini sebagai biaya tambahan membuat penulis tertarik untuk melakukan perhitungan harga jual atas produk yang dipasarkan dan dijual dengan metode Time and Material Pricing mengingat bengkel ini tidak melakukan perhitungan secara terperinci yaitu hanya mengikuti tarif umum yang ditetapkan oleh Ahass Pusat (bengkel resmi Honda).
Metode Time and Material Pricing cocok digunakan oleh usaha atau bisnis bengkel dan usaha atau bisnis lain yang menjual jasa servis dan suku cadang. Metode ini kebanyakan digunakan oleh perusahaan bengkel, mobil, dok kapal, dan perusahaan lain yang menjual jasa reparasi dan bahan dan suku cadang sebagai pelengkap penjualan jasa (Mulyadi, 2001).

Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “PENERAPAN METODE TIME AND MATERIAL PRICING DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL JASA SERVIS PADA BENGKEL RESMI HONDA PANGERAN MOTOR”.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalah dalam penelitian ini adalah:
Bagaimana perhitungan harga jual jasa servis dengan menggunakan metode Time and Material Pricing?
2. Bagaimana perbandingan dengan harga yang diterapkan saat ini?
1.3 Batasan MasalahBatasan masalah dalam penelitian ini adalah penentuan harga jual jasa servis secara lengkap. Data yang digunakan adalah data tahun 2016.

1.4 Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui bagaimana perhitungan harga jual jasa servis dengan metode Time and Material Pricing.
Untuk mengetahui perbandingan harga jual saat ini dengan harga jual yang di dapat melalui perhitungan.

1.5 Manfaat PenelitianMelalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada:
Bagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan bagi perusahaan atau pelaku usaha dalam menetukan harga jual jasa servis berdasarkan jam kerja.

Bagi Penulis
Wadah mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk melihat penerapannya dalam perusahaan atau dunia bisnis.

Bagi Akademis
Menjadi contoh dan pembanding apabila ditemukan kasus yang sama serta menambah pengetahuan.

1.6 Sistematika PenulisanSistematika dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah dan tujuan, serta manfaat dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan teori-teori yang digunakan sebagai dasar pengolahan data.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini menguraikan profil perusahaan, jenis penelitian, waktu dan lokasi, subjek dan objek yang diteliti, data yang dibutuhkan, teknik pengumpulan dan analisis data.

BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini menyajikan pembahasan dan uraian perhitungan berdasarkan teori yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dari objek penelitian.

BAB V PENUTUP
Bab ini adalah bagian terakhir dalam penelitian ini. Bab ini menyajikan kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan yang diteliti dan saran sebagai rekomendasi untuk menyempurnakan penelitian.

BAB IILANDASAN TEORI2.1 Penelitian TerdahuluPenelitian terdahulu meneliti “perhitungan harga jual jasa service dengan menggunakan Time and Material Pricing Method pada PT. Intraco Penta, tbk cabang Samarinda” Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai biayabiaya yang wajar untuk diperhitungkan dalam penentuan harga jual jasa servis dan suku cadang dan untuk memperoleh perbandingan antara metode penentuan harga jual jasa servis dan suku cadang yang ditetapkan perusahaan dengan harga jual yang dihitung menggunakan metode Time and Material Pricing. Dari hasil penenlitian diketahui bahwa harga jual jasa servis yang dihitung dengan menggunakan metode Time and Material Pricing lebih tinggi dari yang ditetapkan perusahaan, yaitu sebesar Rp 67.586.864,00. Sedangkan harga jual suku cadang yang dihitung dengan menggunakan metode Time and Material Pricing lebih rendah dari yang ditetapkan perusahaan, yaitu sebesar Rp 752.805.997,00 CITATION Sus13 l 14345 (Susanti, 2013).

Penelitian berikutnya dilakukan pada bengkel Pangkalan Motor Servis. Pangkalan Motor Servis adalah sebuah usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan servis sepeda motor. Ada pun bengkel yang menjadi objek penelitian adalah bengkel konvensional atau umum. Bengkel ini memberikan layanan terhadap semua jenis kendaraan bermotor dengan omset yang hanya mencapai 35 juta perbulan dengan total asset 805 juta. Sebagai bengkel konvensional bengkel ini tidak terikat regulasi apa pun, sehingga bisa saja menetapkan tarif sesuai keinginan. Tanpa regulasi yang mengikat maka bengkel tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk fasilitas atau kelengkapan yang biasanya dicantumkan dalam aturan. Jenis dan Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan data yang terdapat dalam penulisan penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai biaya-biaya yang wajar untuk diperhitungkan dalam penentuan harga jual jasa servis dan suku cadang dan untuk memperoleh perbandingan antara metode penentuan harga jual jasa servis dan suku cadang yang ditetapkan perusahaan dengan harga jual yang dihitung menggunakan metode Time and Material Pricing. Dari hasil penenlitian diketahui bahwa markup dari harga jual waktu sebesar 69,4% dan markup dari bahan dan suku cadang sebesar 173,72%. Harga jual dengan menggunakan metode Time and Material Pricing lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual yang ditetapkan perusahaan saat ini. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak memasukkan seluruh biaya kedalam komponen harga jual CITATION FIS14 l 14345 (Dwiyandra, 2014).

2.2 JasaJasa adalah salah satu jenis produk yang ditawarkan kepada pelanggan untuk dinikmati. Secara umum diartikan sebagai tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk pelanggan atau yang dijalankan oleh pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi. Sementara itu menurut Kevin Lance Keller (2012) mengatakan bahwa jasa adalah segala aktifitas yang ditawarkan terhadap pihak lain dan tidak mengakibatkan perpidahan kepemilikan. Berikut ini merupakan karakteristik dari jasa:
Tidak Berwujud
Jasa tidak dapat dilihat, diraba atau pun dirasakan sebelum konsumen membelinya. Sementara itu ketika telah membeli konsumen akan dapat memberikan penilaian terhadap hasil dari jasa yang diterima.

Tidak Tahan Lama
Jasa tidak bisa disimpan atau bahkan digunakan untuk pemakaian yang akan datang. Jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.

Tidak Dapat Dipisahkan
Jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.

Tidak Selalu Sama
Ini berarti hasil dari jasa yang diterima bisa saja berbeda dengan yang sebelumnya, yang mana ini bergantung kepada siapa pemberi jasa, dimana, dan bagaimana jasa itu diberikan.

2.3 Harga JualSecara umum harga jual dapat diartikan sebagai nilai pengganti yang yang harus dibayarkan oleh pembeli atau konsumen atas penyerahan barang atau jasa dari penjual atau penyedia. Harga jual adalah harga jual produk atau jasa harus dapat menutup biaya penuh yang bersangkutan dengan produk atau jasa dan menghasilkan laba yang dikehendaki (Mulyadi, 2009).

2.3.1 Faktor yang Mempengaruhi Harga JualHarga jual menjadi bagian paling penting untuk mencapai keuntungan perusahaan. Semakin tinggi harga jual dapat mengakibatkan konsumen berlaih kepada produk lain yang bisa jadi menawarkan harga jual yang lebih murah, hal ini akan berakibat buruk pada pendapatan perusahaan. Berikut ini merupakan tiga hal yang mempengaruhi harga jual, yaitu CITATION Cha08 l 14345 (Charles T. Horngren, 2008):
Biaya
Biaya yang rendah untuk produksi akan relative membuat harga jual menjadi tidak terlalu tinggi mengingat harga jual harus mampu menutupi biaya yang dikeluarkan perusahaan, secara sederhana berarti semakin kecil biaya maka semakin kecil pula yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Pelanggan
Tingkat konsumsi atau permintaan pelanggan akan membuat perusahaan harus menyesuaikan harga dengan kemampuan pelanggan dan pasar produknya, karena apabila harga yang diterapkan terlalu tinggi hal ini bisa jadi membuat pelanggan memilih untuk tidak membeli atau mencari produk pengganti.

Pesaing
Semakin banyak pesaing maka perusahaan harus membuat inovasi agar produknya bisa bersaing dengan harga yang kompetitif. Apabila tidak ada pesaing maka harga jual dapat dinaikkan setinggi mungkin selagi produk itu menjadi kebutuhan dari pelanggan dan pasarnya terbuka luas.

2.4 BiayaBiaya merupakan dasar dalam menentukan pantas atau tidaknya suatu produk di produksi, biaya juga menjadi acuan untuk menetapkan harga jual dari produk yang dihasilkan. Apabila harga jual tidak dapat menutupi biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan produk itu maka ini berarti mengalami kerugian. Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat sekarang atau masa yang akan datang serta biaya diukur dalam satuan mata uang (Baldric Siregar dkk, 2014).

2.4.1 Penggolongan BiayaBiaya dapat diklasifikasikan berdasarkan (Baldric Siregar dkk, 2014):
Klasifikasi Biaya Berdasarkan Ketelusuran
Berdasarkan ketelusuran biaya ke produk biaya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
Biaya langsung
Biaya langsung adalah biaya yang dapat ditelusur sampai kepada produk secara langsung. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung adalah biaya langsung yang dapat ditelusur sampai kepada produk.

Biaya tidak langsung
Biaya tidak langsung biaya yang tidak dapat secara langsung ditelusur ke produk. Gaji mandor produksi adalah contoh biaya tidak langsung.

Klasifikasi Biaya Berdasarkan Perilaku
Tingkat aktivitas dapat berubah-ubah, naik atau turun. Perilaku biaya menggambarkan pola variasi perubahan tingkat aktivitas terhadap perubahan biaya. Berdasarkan perilakunya biaya dapat dibedakan menjadi:
Biaya variable
Biaya variable adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan tingkat aktivitas. Contoh biaya variable adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

Biaya tetap
Biaya tetap adalah biayan yang jumlahnya tidak terpengaruh oleh tingkat aktivitas dalam kisaran tertentu. Walaupun tingkat aktivitas meningkat atau menurun biaya tetap tidak berubah. Contoh biaya tetap adalah biaya sewa peralatan.

Biaya campuran
Biaya campuran adalah biaya yang memiliki karakteristik biaya variable dan sekaligus biaya tetap. Biaya listrik adalah contoh biaya campuran. Biaya pemakaian listrik berubah berubah sesuai dengan tingkat pemakaian listrik. Sementara, biaya abonemen listrik tidak berubah walaupun pemakaiannya berubah.

Klasifikasi Biaya Berdasarkan Fungsi
Umunya ada tiga fungsi pokok dalam sebuah perusahaan. Fungsi pokok itu adalah fungsi produksi, pemasaran dan adminintrasi.
Berdasarkan fungsi pokok tersebur biaya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Biaya produksi
Biaya produksi adalah biaya untuk membuat bahan menjadi suatu produk yang diharapkan. Biaya ini meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.

Biaya pemasaran
Biaya pemanasaran adalah biaya yang terjadi untuk memperkenalkan produk yang dibuat dalam bentuk barang atau jasa. Contoh biaya pemasaran adalah biaya iklan dan prngiriman.

Biaya administrasi
Biaya administrasi adalah biaya yang terjadi dalam rangka mengarahkan, menjalankan, dan mengendalikan perusahaan. contoh biaya administrasi adalah biaya gaji pegawai administrasi, penyusutan, dan perlatan kantor.

Klasifikasi Biaya Berdasarkan Elemen Biaya Produksi
Aktivitas produksi adalah aktivitas mengolah atau merubah bahan menjadi suatu barang atau jasa sebagai produk. Berdasarkan fungsi produksi biaya dapat dibedakan menjadi:
Biaya bahan baku
Biaya bahan baku adalah nilai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi untuk dirubah menjadi produk.
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah besarnya gaji atau upah tenaga kerja yang terlibat langsung untuk mengerjakan produk.

Biaya overhead
Biaya overhead adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

2.5 Metode Penentuan Harga Jual2.5.1 Penentan Harga Jual NormalMetode ini sering disebut juga sebagai metode cost plus pricing, ada pun cara yang dilakukan dengan metode ini adalah menjumlahkan laba yang diharapkan dengan taksiran biaya yang dikeluarkan.

Harga Jual =Taksiran biaya penuh +Laba yang diharapkan2.5.2 Penentuan Harga Jual Waktu dan Bahan (Time and Material Pricing)Metode ini menggunakan pendekatan terhadap waktu dan bahan yang digunakan, yaitu perusahaan menghitung secara langsung tarif atau harga jual terhadap waktu dan terhadap bahan. Metode ini banyak digunakan perusahaan bengkel dan perusahaan lain yang menjual jasa reparasi dan Spare Part sebagai pelengkap.

Penentuan Harga Jual Waktu
Pada dasarnya komponen biaya adalah tarif tenaga kerja per jam. Cara menghitung tarif ini yaitu dengan menjumlahkan biaya tenaga kerja langsung, biaya pemasaran, biaya administrasi, dan biaya lain serta laba yang diinginkan CITATION Ray03 l 14345 (Noreen, 2003). Perusahaan bengkel, dok kapal, dan perusahaan lain yang menjual jasa reparasi pada dasarnya menjual jam kerja tenaga kerja langsung yang digunakan untuk menghasilkan jasa reparasi (Mulyadi, 2001).
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang pekerjanya dapat dengan mudah diidentifikasikan kepada pesanan reparasi yang diterima dari pelanggan. Contohnya adalah mekanik listrik. Dalam penyerahan jasa reparasi, di samping perusahaan tersebut mengeluarkan biaya tenaga kerja langsung, perusahaan juga mengeluarkan biaya-biaya untuk membantu tenaga kerja langsung dalam melaksanakan pekerjaan penyerahan jasa reprasi. Biaya-biaya tersebut meliputi biaya tenaga kerja tidak langsung (BTKTL), biaya depresiasi aktiva tetap, biaya asuransi, biaya listrik, biaya air, biaya kantor, biaya reparasi aktiva tetap, dan biaya umum. Biaya-biaya itu juga disebut dengan biaya tidak langsung. Mark Up atas biaya langsung terdiri dari dua unsur, yaitu biaya tidak langsung dan laba yang diharapkan.
Berikut merupakan rumus untuk mencari harga jual waktu yang sitematis:
Biaya tidak langsung

Perhitungan laba yang diharapkan
Laba=Rata-rata aset operasional ×ROIPerhitungan Mark Up
Mark Up=Biaya tidak langsung +laba yang diharapkanTaksiran biaya tenaga kerja langsungPerhitungan biaya tenaga kerja langsung
Total biaya TKL=Taksiran upah TKL+Biaya kesejahteraanBiaya TKL per jam=Total biaya TKLJam tenaga kerja dalam tahun anggaranPerhitungan harga jual waktu
Harga jual waktu=Biaya TKL+Mark up x Biaya TKLPerhitungan Harga Jual Material atau Spare Part
Selain menjual jam tenaga kerja langsung yang menghasilkan jasa reparasi, juga dijual bahan dan suku cadang yang ditentukan sebesar bahan yang digunakan ditambah beban yang dihitung dan bahan yang digunakan tersebut. Beban tersebut diharapkan menutup biaya pesan, biaya simpan, biaya pengelolaan bahan lainnya ditambah laba yang ditentukan dan bahan yang digunakan.
Unsur-unsur yang membentuk harga jual bahan dan suku cadang adalah harga beli bahan dan suku cadang dan persentase Mark Up dari harga beli tersebut (Mulyadi, 2001). Persentase Mark Up dihitung dari penjumlahan biaya tidak langsung yang ada di toko suku cadang dan laba yang diharapkan. Biaya tidak langsung meliputi biaya-biaya seperti gaji tenaga kerja bagian toko, biaya listrik, biaya kantor, dan biaya-biaya lain yang timbul di bagian toko. Perhitungannya dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
Rumus menentukan Mark Up
Mark Up=Biaya tidak langsung +laba yang diharapkanTaksiran nilai spare part yang akan dibeliRumus Untuk Menentukan Harga Jual Material Atau Spare Part
Harga jual spare part=Harga beli spare part+Mark up x Harga beli spare part
BAB IIIGAMBARAN UMUM DAN METODE PENELITIAN3.1 Sejarah Umum PerusahaanPT Ahass Pangeran Motor sebelumnya berlokasi di jalan Riau ujung di dirikan oleh ibuk ani padaa tahun 1999 dengan akte notaris no 30 pada tanggal 12 maret 1999 dan izin usaha kontruksi dengan nomor 1-336523- 1472-2- 01254, kemudian PT ahass pangeran motor berpindah lokasi dan kepemilikanke bapak roby pada tahun 2001 kemudian berpindah kepemilikan lagi kepada bapak piter pada tahun 2005 dan kemudian terakhir berpindah kepemilikan kepada bapak rosman siregar pada tahun 2010.

PT Ahass Pangeran Motor memiliki izin dari Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor: AHU-22008.AH.01.01.1999. Perusahaan ini bergerak di bidang otomotif jasa service dan Spare Part. Sering waktu perusahaan ini mampu bertahan dan sekarang memiliki cabang bernama gaung motor yang letak nya di kota pekanbaru di jalan hangtuah.

Dalam perjalanan usahanya, perusahaan ini terus meningkatkan kinerja dan pelayanannya agar dapat bersaing dan sejajar dengan perushaan otomotif lainya tetapi perusahaan ini juga pernah mengalami penurunan tepatnya Pada tahun 2009 saat kepemilikan berpindah ke bapak piter perusahaan mengalami penurunan yang sangat drastis jumlah konsumen yang datang sangat menurun sehingga mengakibatkan omset bengkel ikut memburuk tetapi PT Ahass Pangeran Motor tidak tinggal diam pimpinan melakukan upaya-upaya agar kondisi perushaan membaik dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan, fasilitas dan promosi sehingga pada tahun 2010 kondisi PT Ahass Pangeran motor kembali membaik hingga tahun 2016 di kepemilikan bapak rosman siregar, unit entry perbulan telah mencapai 1200 unit perbulan dan juga PT Ahass Pangeran Motor juga sudah berkerja sama dengan perushaan-perusahaan yang berada di kota pekanbaru seperti PT.Bank Rakyat Indonesia persero tbk, PT Asia Baru Foto dan Kursus Mengemudi RSDC dan PT Yantomo Sukses Abadi dan banyak lagi perusahaan lain yang akan menjalin kerja sama sehingga dengan adanya nya kerja sama ini, dapat meningkatakn kinerja dan kualitas perusahaan.

3.2 Visi dan Misi3.2.1 Visi PT Ahass Pangeran MotorBengkel pilihan utama bagi pemilik sepeda motor honda.

3.2.2 Misi PT Ahass Pangeran Motor1. Memberikan pelayanan terbaik dalam perawatan sepeda motor HONDA dengan mengutamakan Profesionalisme kejujuran dan keterbukaan.

2. Mewujudkan keinginan agar menjadi perusahaan yang bermanfaat bukan hanya kepada pemilik, tetapi juga kepada seluruh karyawan, seluruh pelamnggan dan masyrakat sekitar
3.3 Struktur OrganisasiStruktur organisasi merupakan bentuk umum dari suatu kesatuan yaitu sebagai wadah untuk menciptakan hubungangan kerja yang sinkroniasasi sehingga perkerjaan dapat lebih terstruktur dan teroganisir. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas akan memberikan batasan-batasan dari masing- masing tugas dan tanggung jawab seseorang. Struktur organisasi juga membantu dalam melaksanakan pekerjaan seseorang dari ketidak tentuan dalam pemberian tugas dan tanggung jawab serta membantu dalam mengambil keputusan. Sehingga target utama PT Ahass Pangeran Motor tercapai dengan baik.

Adapun bentuk struktur organisasi PT Ahass Pangeran Motor adalah sebagai berikut:

Gambar 3. SEQ Gambar_3 * ARABIC 1 Struktur OrganisasiTugas dari masing-masing jabatan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Manajer
Menyusun dan melaksanakan strategi PT Ahass Pangeran Motor
Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktifitas kegiatan kerja yang ada di perusahaan PT Ahass Pangeran Motor.

Administrasi Keuangan
Membuat rencana dan mengevaluasi kerja harian dan bulanan untuk memastikan tercapainya kualitas target kerja yang dipersyaratkan dan sebagai bahan informasi kepada atasan.

Mengawasi keluar masuknya surat di dalam perushaan, surat piutang, surat pemberitahuan, maupun surat yang berhubungan dengan perusahaan.

Membuat laporan persediaan barang.

Memeriksa absensi seluruh karyawan
Membuat laporan admisnistrasi yang di laporkan kepada manager
Kepala Mekanik
Mengawasi cara kerja para mekanik
Bertanggung jawab atas hasil kerja mekanik
Memeberikan arahan pada mekanik
Melakukan pemeriksaan terakhir hasil kerja mekanik
Kasir
Menerima pembayaran dari pelanggan
Merencanakan dan mengawasi sumber dan penggunaan dana
Bertanggung jawab atas segala kegiatan pembayaran
Membuat laporan bulanan
Memelihara dan Meningkatkan hubungan dengan para pelanggan
Bertanggung jawab kepada pimpinan
Service Advisor
Memberikan informasi kepada pelanggan terkait kebutuhan pelanggan
Bertanggung jawab melayani kebutuhan pelanggan yang datang dan keluar bengkel dengan mendengarkan, menganalisa, dan menjelaskan tentang keruskan kendaraan
Menginformasikan pekerjaan tambahan kepada pelanggan beserta estimasi biaya dan waktu tambahan yang di perlukan.

Mengingatkan pelanggan untuk melakukan perawatan berkala berikutnya pada saat selesai perawatan dan perbaikan.

Mekanik
Menjaga dan merawat kebersihan kendaraan beserta perlengkapannya
Memahami dan melaksanakan tugas pengerjaan kendaraan sesuai perintah kepala mekanik
Memperbaiki kendaraan pelanggan sesuai standar operasional
Melakukan pekerjaan yang telah disetujui pelanggan
Mendengarkan keluhan pelanggan
Kepala Gudang
Memeriksa barang-barang yang diretur dari konsumen dan supplier
Menyiapkan barang-barang dengan benar dan cepat sesuai dengan sales order, surat pengantar yang diterima.

Mempacking barang-barang yang akan dikirim dengan benar
Asisten Kepala Gudang
Membantu proses bongkat muat barang
Menjaga kebersihan, keselamatan kerja dan keutuhan didalam gudang.

Melaporkan hal-hal yang mencurigakan
Mengembalikan semua perlatan dan barang yang btelah selesai digunakan.

3.4 Aktivitas PerusahaanAktivitas perusahaan merupakan kegiatan-kegiatan yang terjadi didalam dan diluar perushaan baik secara langsung maupun tidak langsung yang akan mempengaruhi kelancaran jalannya perusahaan PT Ahass Pangeran Motor. PT Ahass Pangeran Motor merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbengkalan dan sparepart. Seluruh aktivitas dilakukan di Jl. Riau No 73 C dimulai pada jam 08.00 hingga jam 17.00. Adapun aktifitas tersebut adalah melayani konsumen yang melakukan perbaikan kendaraan dan service sepeda motor honda, dan juga menyediakan suku cadang asli honda kemudian mencatat data-data konsumen yang datang dan memberi pelayanan yang baik sampai konsumen selesai melakukan perbaikan sepeda motor honda, dan PT Ahass Pangeran Motor juga mengadakan undian berhadiah terhadap pelanggan setia Honda.

3.5 Metodologi Penelitian3.5.1 Lokasi PenelitianPenelitian ini dilakukan di PT Ahass Pangeran Motor yang beralamat di Jl. Riau No 73 C, Pekanbaru.

3.5.2 Sumber dan Jenis DataDalam sebuah penelitian terdapat dua jenis data yang dapat digunakan berdasarkan sumbernya CITATION Umi08 l 14345 (Narimawati, 2008). Data tersebut yaitu:
Data Primer
Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan objek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data.

Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Sumber data sekunder adalah catatan atau dokumentasi perusahaan, publikasi pemerintah, analisis industri oleh media, situs web, internet dan seterusnya.

Ada pun jenis data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
Profil instansi
Layanan jasa yang disediakan beserta tarifnya
Biaya-biaya sehubungan dengan menjalankan usaha
Data pembelian dan penjualan persediaan Spare Part
3.5.3 Teknik Pengumpulan DataUntuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis melakukan pengumpulan data dengan cara:
Observasi
Yaitu melakukan pengamatan terhadap objek yang akan diteliti, melihat apa saja yang dapat dimasukkan kedalam data untuk diolah dan ditanyakan dalam wawancara.

Wawancara
Merupakan pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dan dibutuhkan kepada pemilik perusahaan untuk penelitian dan kemudian mencatatnya.

Dokumentasi
Menyalin data-data yang disediakan oleh perusahaan sehubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan, seperti data layanan jasa dan tarif yang di bebankan perusahaan terhadap konsumen, biaya-biaya serta data lainnya.

3.5.4 Teknik Analsis DataUntuk menganalisis data maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Pengumpulan data
Mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penentuan harga jual atau tarif servis seperti data biaya-biaya mau pun data-data asset. Ada pun data tersebut adalah seperti pada halaman berikutnya:
4838703529965Tabel 3. SEQ Tabel_3 * ARABIC 1 Taksiran Aset Tetap 20160Tabel 3. SEQ Tabel_3 * ARABIC 1 Taksiran Aset Tetap 201648387026289000Data Asset
Data biaya penyusutan asset tetap

Tabel 3. SEQ Tabel_3 * ARABIC 2 Biaya Penyusutan Tahun 2016Data biaya tidak langsung tahun 2016

Tabel 3. SEQ Tabel_3 * ARABIC 3 Biaya Tidak Langsung Tahun 2016Daftar harga jasa servis Honda

Tabel 3. SEQ Tabel_3 * ARABIC 4 Daftar Harga Jasa ServisAda pun data biaya langsung adalah data gaji mekanik yang berjumlah 6 orang dengan gaji perbulan sebesar Rp. 1.800.000 serta 1 orang kepala mekanik dengan gaji Rp. 2.000.000 perbulan. Total biaya langsung berjumlah Rp. 153.600.000 selama tahun 2016.

Menghitung harga jual jasa servis dan Spare Part oleh perusahaan
Untuk menghitung tarif yang dibebankan adalah sebagai berikut:
Harga jual=Tarif servis+Harga jual spare partMelakukan perhitungan harga jual dengan menggunakan metode Time and Material Pricing.

Untuk melakukan perhitungan ini kita perlu mengikuti langkah-langkah berikut (Mulyadi, 2001):
Menetukan harga jual waktu
Komponen waktu merupakan tenaga kerja per jam, yang mana cara menentukan tarif ini adalah dengan cara menjumlahkan biaya tenaga kerja langsung, biaya administrasi, dan biaya lainnya serta laba yang diharapkan CITATION Ray03 l 14345 (Noreen, 2003). Biaya lainnya merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mendukung tenaga kerja langsung berupa biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya penyusutan, biaya listrik, biaya umum, biaya air, biaya telepon dan internet, biaya pemeliharaan, biaya asuransi, serta biaya umum. Berikut ini rumus yang akan digunakan:
Menghitung biaya tidak langsung

Menghitung biaya tenaga kerja langsung per jam
Total BTKL=Taksiran upah TKL+Biaya kesejahteraanBiaya TKL per jam=Total biaya TKLJam tenaga kerja dalam tahun anggaran
Menghitung Mark Up
Mark Up=Biaya tidak langsung +laba yang diharapkanTaksiran biaya tenaga kerja langsungMenghitung harga jual waktu
Harga jual waktu=Biaya TKL+(Mark up x Biaya TKL)Menentukan harga jual material atau Spare Part
Berikut ini merupakan tahapan dalam menetukan harga jual material atau Spare Part (Mulyadi, 2001).

Mencari Mark Up
Mark Up=Biaya tidak langsung +laba yang diharapkanTaksiran nilai spare part yang akan dibeliMenentukan harga jual material atau Spare Part
Harga jual spare part=Harga beli spare part+Mark up x Harga beli spare part
Membandingkan harga jual yang didapat melalui perhitungan menggunakan Metode Time and Material Pricing dengan tarif yang digunakan saat ini.

Kesimpulan.

BAB IVANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN4.1 Deskripsi DataDalam penelitian ini dibutuhkan data mengenai biaya sehubungan dengan menjalankan usaha atau bisnis, tarif servis, serta pembelian dan penjualan spare part selama tahun 2016. Adapun data biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan menjalankan bisnis adalah data yang menunjukkan pengeluaran pada tahun 2016. Tarif servis adalah harga yang dibebankan kepada pelanggan atas pelayanan yang yang diberikan. Data pembelian dan penjualan spare part merupakan data yang menunjukkan harga da
Data-data ini akan diolah dan disajikan untuk menentukan harga jual atas n kuantitas serta selisih penjualan dan pembelian yang dilakukan perusahaan. jasa servis dan spare part dengan menggunakan metode Time and Material Pricing. Sebelum melakukan pengolahan terhadap data-data yang diperoleh terlebih dahulu akan dilakukan pengelompokan data berdasarkan kebutuhan dalam menentukan harga jual misalnya biaya penyusutan atas aset yang berhubungan langsung terhadap penyediaan produk perusahaan yaitu jasa servis, biaya tenaga kerja langsung serta biaya tidak langsung.

4.2 Analisis DataJawaban atas permasalahan yang dikemukakan di BAB I akan dijelaskan melalui analisis dengan menggunakan teori yang ada pada BAB II sebelumnya, kemudian dibuat pembahasan dan kesimpulan. Analsisis terlebih dahulu akan dilakukan terhadap perhitungan harga jual jasa servis, setelah didapati hasilnya akan dilanjutkan dengan menanalisis harga jual material yang dipakai sehubungan dengan servis terhadap kendaraan melalui perhitungan.

4.2.1 Harga Jual Jasa Servis dan Material Menurut Perusahaan4.2.1.1 Harga Jual Jasa ServisTarif servis perusahaan dibedakan atas dua kelompok sepeda motor yaitu sepeda motor yang masih menggunakan Karburator dan yang menggunakan PGM-FI. Adapun rincian data tarif servis untuk sepeda motor karburator adalah seperti pada gambar tabel berikut.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 1 Harga Jual Jasa Servis Perusahaan-KRBURATORBiaya servis termahal dikenakan pada konsumen yang membutuhkan layanan jasa servis overhault atau turun mesin, yang mana harga terendah adalah Rp 300.000,00 dan yang termahal adalah Rp 400.000,00.

Perbedaan harga tarif servis diatas didasarkan atas perbedaan jenis CC kendaraan yang diservis, tetapi dibanyak bengkel resmi honda lainnya yang merupakan bengkel independen harga ini tidak diberlakukan. Hal ini disebabkan bengkel independen memiliki kepentingan tersendiri oleh pemilik.

Sementara itu tarif untuk sepeda motor PGM-FI rinciannya seperti pada gambar tabel dibawah ini.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 2 Harga Jual Jasa Servis Perusahaan-PGM-FIRincian kedua data tarif servis diatas belum termasuk harga dari material atau spare part yang dibutuhkan untuk setiap jenis servis terhadap sepeda motor konsemen.

4.2.1.2 Harga Jual Material ServisPerusahaan sebagai afiliasi dari merk HONDA memiliki hak untuk menetapkan harga jual atas jasa dan barang yang disediakan bagi konsumen. Harga jual disetiap bengkel resmi biasanya berbeda-beda sesuai dengan ketetapan manajemen dan kebutuhan. Berikut ini merupakan data harga jual atas material yang dibutuhkan dalam setiap proses servis kendaraan.

Harga jual atas material servis sepeda motor karburator

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 3 Harga Jual Material Perusahaan-KARBURATORUntuk layanan servis penggantian v belt, ban luar, dan kabel speedometer serta overhault didasarkan pada merk kendaraan yang akan dilakukan servis dan kebutuhan kendaraan.
Harga jual atas material servis sepeda motor PGM-FI

Table 4 SEQ Table_4 * ARABIC 4 Harga Jual Material Perusahaan-PGM-FIHarga jual material servis yang dikenakan terhadap sepeda motor PGM-FI memiliki tarif yang berbeda dengan sepeda motor karburator. Sementara itu untuk layanan servis tertentu seperti yang disebutkan sebelumnya pada harga jual material PGM-FI adalah sama, yaitu didasarkan pada merk kendaraan yang akan dilakukan servis dan kebutuhan kendaraan itu sendiri.

4.2.1.3 Harga Jual Jasa Servis dan MaterialBerdasarkan harga jual material dan bahan maka rincian tarif yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk masing-masing jasa servis yang diterima dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sepeda motor karburator

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 5 Harga Jual Jasa dan Material-KARBURATORAdapun untuk masing-masing jasa servis yang bahan atau spare partnya didasarkan pada merk kendaraan dan kebutuhan konsumen seperti telah disebutkan pada penjelasan harga material hanya akan disajikan tarif atas harga jasanya saja.

Sepeda motor PGM-FI

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 6 Harga Jual Jasa dan Material-PGM-FIPerlakuan atas sepeda motor PGM-FI untuk jenis servis yang bahan atau spare partnya didasarkan pada merk kendaraan dan kebutuhan konsumen sama dengan sepeda motor karburator, yaitu tarif yang disajikan hanya harga jual jasa servisnya.

4.2.2 Penentuan Harga Jual Dengan Metode Time and Material Pricing4.2.2.1 Penentuan Harga Jual Waktu Jasa ServisUntuk melakukan penentuan harga jual jasa servis melalui perhitungan dibutuhkan data –data pendukung yang termasuk dalam komponen penyediaan jasa servis serta lama waktu pengerjaan yang dibutuhkan untuk memberikan layanan jasa tersebut. Data-data tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Data waktu pengerjaan
Tabel data berikut ini menunjukkan total standar penggunaan waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan layanan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, hampir keseluruhan layanan jasa servis yang disediakan bagi konsumen hanya dalam hitungan menit kecuali overhault. Oleh karena itu, nantinya perhitungan yang dilakukan akan menggunakan satuan waktu dalam menit.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 7 Waktu PengerjaanKapasitas waktu kerja
Kapasitas waktu kerja dalam tahun 2016 adalah 350 hari, yang mana bengkel ini hanya libur pada hari libur nasional dan tidak termasuk hari minggu. Adapun dalam 1 hari bengkel ini beroperasi normal selama 8 jam dengan 10 karyawan, sehingga total kapasitas waktu kerja bengkel ini dalam setahun adalah 28.000 jam. Jika dikonversikan kedalam satuan waktu yaitu menit maka total kapasitas jam kerja dalam satu tahun adalah 1.680.000 menit.

Komponen biaya
Berdasarkan data yang didapatkan maka biaya-biaya sehubungan dengan menjalankan usaha terlebih dahulu dikelompokkan berdasarkan sifat dari biaya itu sendiri. Pengelompokan ini dimaksudkan agar mempermudah dalam menentukan apakah komponen biaya yang tertera masuk kedalam perhitungan untuk menentukan harga jual jasa servis atau harga jual ata spare.
Biaya Tidak Langsung
Penyusutan Aset Tetap
Aktivitas penyediaan jasa servis wajib didukung oleh fasilitas berupa aset tetap yang juga mengalami penyusutan, dari total 19 jenis aset tetap yang terdapat dibengkel tempat menjalankan usaha ada 9 aset tetap yang berhubungan langsung dalam aktivitas penyediaan jasa servis sebagai produk dari usaha. Ada pun 9 aset tetap yang dimaksudkan untuk mendukung aktifitas penyediaan jasa servis memiliki total nilai penyusutan sebesar Rp 62.662.500,00 per tahun. Aset-aset ini telah disusutkan dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus dan disebut sebagai bagian dari aset bengkel. Metode penyusutan ini telah diterapkan semenjak perpindahan kepemilikan pada tahun 2010 dan terus diterapkan sampai saat ini seiring dengan perbaikan manajemen perusahaan. Ada pun aset bengkel yang telah disebutkan sebelumnya memiliki rincian yang disajikan dan dapat dilihat seperti pada tabel dibawah dan penyusutan ini merupakan bagian dari biaya tidak langsung atas penyusutan aset untuk penyediaan jasa servis.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 8 Penyusutan Aset BengkelBiaya Listrik
Selain penyusutan aset ada pula biaya tidak langsung lainnya yaitu biaya listrik. Biaya listrik sehubungan dengan aktivitas penyediaan jasa dapat dijelaskan sebagai berikut. Harga tarif listrik per kwh tahun 2016 mengalami perubahan tarif setiap bulan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015, sehingga untuk tarif yang penulis ambil adalah tarif rata-rata dari data tarif yang telah diterbitkan dan diberlakukan PLN dari Januari sampai Desember 2016. Perhitungan tarif per kwh adalah:
Januari= Rp 1.409,16
Februari= Rp 1.392,12
Maret= Rp 1.355,29
April= Rp 1.342,98
Mei= Rp 1.353,45
Juni= Rp 1.364,86
Juli= Rp 1.412,66
Agustus= Rp 1.410,12
September= Rp 1.457,72
Oktober= Rp 1.459,74
November= Rp 1.461,80
Desember= Rp 1.472,72
Total= Rp 16.892,62
Apabila dirata-ratakan maka tarif total dibagi dengan 12 bulan dalam setahun sehingga hasilnya adalah Rp 1.407,72 per kwh yang didapat melalui perhitungan dibawah ini.

Tarif rata-rata per bulan=Rp. 16.892,6212Bagian bengkel memiliki 3 buah lampu neon dengan daya 45 watt, 2 buah kipas 90 watt, dan 1 buah kompresor dengan daya 1.700 watt yang beroperasi selama 10 jam setiap hari selama 350 hari operational bengkel.

Maka perhitungannya dalam 1 hari:
Lampu neon 3 unit x 45 watt = 135 watt
Kipas angin 2 unit x 90 watt= 180 watt
Kompresor 2 PK 1 unit x 1.700 watt= 1.700 watt
Total = 2.015 watt
Berdasarkan perhitungan diatas maka dalam satu hari dengan kapasitas operasional 10 jam listrik yang digunakan adalah 20.150 watt (2.015 watt x 10 jam) dan jika dikonversi ke kwh menjadi 20,15 kwh (20.150 watt/1000) per hari.

Dengan kapasitas hari kerja sebanyak 350 hari dalam setahun maka untuk bagian bengkel saja dibutuhkan 7.053 kwh (20,15 kwh per hari x 350 hari kerja dalam satu tahun) dan jika dirupiahkan dengan harga per kwh Rp 1.407,72 hasilnya adalah Rp 9.927.933,55. Berdasarkan perhitungan ini didapati bahwa biaya listrik untuk bengkel adalah 41% dari total biaya listrik setahun untuk bengkel dan toko.

Persentase biaya listrik bengkel = Rp 9.927.933,55/Rp. 24.000.000,00 x 100%
= 41,366%
Kesimpulannya adalah bahwa komponen biaya tidak langsung dari pemakaian listrik bagian bengkel adalah sebesar Rp 9.927.933,55.

Biaya Reparasi
Setiap bulan dilakukan perawatan, pemeriksaan, dan perbaikan atas peralatan bengkel. Hali ini bertujuan untuk menunjang performa dan kelancaran dalam menjalankan aktivitas pelayanan jasa servis. Adapun biaya yang dikeluarkan adalah Rp 6.630.000,00 per tahun, biaya ini meliputi penggantian balting kompresor, penggantian oli dan pelumas, penggantian komponen yang rusak serta perbaikan atas seluruh peralatan bengkel.
Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran pada bagian bengkel berbeda dengan biaya pemasaran pada umumnya, biaya ini tidak dialokasikan untuk pembuatan iklan ataupun pencetakan spanduk. Biaya pemasaran yang dimaksud adalah semacam biaya variable yang akan dikeluarkan pada saat ada pelanggan yang melakukan atau membeli jasa servis. Biaya ini dialokasikan untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan yang melakukan servis, misalnya makan gratis dan soft drink gratis atas pembelian jasa servis. Biaya yang dikeluarkan tersebut adalah sebesar Rp. 120.000.000,00.

Berdasarkan data biaya penyusutan dibab sebelumnya dan perhitungan yang dilakukan dibab ini maka biaya tidak langsung atas aktivitas penyediaan jasa servis adalah seperti pada tabel dihalaman berikutnya..

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 9 Biaya Tidak Langsung BengkelBiaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung per jam adalah hasil dari total biaya tenaga kerja langsung dibagi dengan jam tenaga kerja dalam tahun anggaran. Perhitungan pada bengkel Pangeran Motor adalah seperti dibawah ini.

Gaji tenaga kerja langsung
Mekanik 6 orang x Rp. 1.800.000,00 = Rp 10.800.000,00
Kepala mekanik 1 orang x Rp. 2.000.000,00= Rp 2.000.000,00
Total 1 bulan= Rp 12.800.000,00
Biaya tenaga kerja langsung1 tahun (12 bulan)= Rp 153.600.000,00
Jumlah jam kerja = 19.600 jam
(7 mekanik *8 jam per hari* 350 hari per tahun)
Sehingga biaya tenaga kerja langsung per jam untuk servis adalah Rp 7.836,73 atau menjadi Rp 130,6122 per menit.

Perhitungan Mark Up
Untuk menutupi biaya lain sehubungan untuk menyediakan jasa servis dan target laba maka dilakukan perhitungan Mark Up dengan cara menjumlahkan biaya tidak langsung ditambah dengan laba yang diharapkan dan dibagi biaya tenaga kerja langsung.

Biaya tidak langsung bengkel= Rp 198.950.433,55
Laba yang diharapkan = Rp. 426.000.000,00
(71%*Rp. 50.000.000,00*12 bulan)
Biaya tenaga kerja langsung= Rp. 153.600.000,00
Mark Up =Rp. 198.950.433,55+Rp. 426.000.000,00Rp. 153.600.000,00X100%Melalui perhitungan maka didapatkan Mark Up atas harga jual jasa servis adalah 407%.

Perhitungan Harga Jual Jasa Servis
Berdasarkan perhitungan biaya tenaga kerja langsung dan Mark Up yang didapat maka dilakukan perhitungan harga jual jasa servis dengan menggunakan metode Time and Material Pricing. Adapun hasil perhitungan adalah hasil penjumlahan biaya tenaga kerja langsung dikali dengan lama waktu pengerjaan kemudian ditambah totalnya dikali persentase Mark Up.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 10 Harga Jual Jasa dengan Metode-KARBURATORData tabel diatas adalah harga jual untuk masing-masing jenis jasa servis sepeda motor karburator yang disajikan dan dihitung dengan acuan data biaya tenaga kerja langsung dan Mark Up yang diperoleh melalui penerapan metode Time and Material Pricing.
Rumus yang digunakan adalah:
Harga jual waktu=Biaya TKL+(Mark up x Biaya TKL)Rincian lengkap perhitungan dapat dilihat pada lampiran dihalaman belakang, sebagai contoh perhitungan untuk servis lengkap sepeda motor karburator berdasarkan jenis kendaraannya dapat dijabarkan seperti berikut ini:
Servis Lengkap Kendaraan Karburator Jenis CUB <110 CC
Biaya tenaga kerja langsung: Rp 130,6122 per menit
Mark Up: 407%
Waktu pengerjaan: 45 menit
Harga jual waktusekali servis= Rp 130,6122 x 45 menit + Rp 130,6122 x 45 menit x 407%
= Rp 29.799,17
Servis Lengkap Kendaraan Karburator Jenis SPORT 125 CC
Biaya tenaga kerja langsung: Rp 130,6122 per menit
Mark Up: 407%
Waktu pengerjaan: 45 menit
Harga jual waktusekali servis= Rp 130,6122 x 45 menit + Rp 130, 6122 x 45 menit x 407%
= Rp 29.799,17
Servis Lengkap Kendaraan Karburator Jenis SCOOTER 110 CC
Biaya tenaga kerja langsung: Rp 130,6122 per menit
Mark Up: 407%
Waktu pengerjaan: 45 menit
Harga jual waktusekali servis= Rp 130,6122 x 45 menit + Rp 130,6122 x 45 menit x 407%
= Rp 29.799,17
Sementara itu untuk sepeda motor PGM-FI rincian tarif servis yang seharusnya dibayarakan oleh konsumen dengan menggunakan metode perhitungan Time and Material Pricing ditampilkan pada tabel berikut ini.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 11 Harga Jual Jasa dengan Metode-PGM-FISama halnya dengan sepeda motor karburator rincian lengkap perhitungan dapat dilihat pada lampiran dibagian akhir laporan ini. Sebagai contoh untuk perhitungan tarif servis lengkap sepeda motor PGM-FI untuk semua jenis kendaraan dapat dijabarkan sebagai berikut:
Servis Lengkap Kendaraan PGM-FI Jenis CUB 125 CC
Biaya tenaga kerja langsung: Rp 130,6122 per menit
Mark Up: 407%
Waktu pengerjaan: 45 menit
Harga jual waktusekali servis= Rp 130,6122 x 45 menit + Rp 130,6122 x 45 menit x 407%
= Rp 29.799,17
Servis Lengkap Kendaraan PGM-FI Jenis SPORT 150 CC
Biaya tenaga kerja langsung: Rp 130,6122 per menit
Mark Up: 407%
Waktu pengerjaan: 60 menit
Harga jual waktusekali servis= Rp 130,6122 x 60 menit + Rp 130,6122 x 60 menit x 407%
= Rp 39.732,23
Servis Lengkap Kendaraan PGM-FI Jenis SCOOTER 110 CC
Biaya tenaga kerja langsung: Rp 130,6122 per menit
Mark Up: 407%
Waktu pengerjaan: 45 menit
Harga jual waktusekali servis= Rp 130,6122 x 45 menit + Rp 130,6122 x 45 menit x 407%
= Rp 29.799,17
4.2.2.2 Penentuan Harga Jual Material atau Spare Part
Penentuan harga jual material atau spare part sebagai produk yang diperdagangkan untuk mendukung kegiatan penyediaan jasa servis dipengaruhi oleh komponen data yang berhubungan dengan penyediaan produk. Data-data tersebut seringkali terabaikan dan akhirnya tidak digunakan sebagai dasar penetapan harga jual. Adapun data-data yang digunakan untuk melakukan perhitungan dengan menggunakan metode Time and Material Pricing termasuk proses perhitungannya dapat diuraikan dan dijelaskan sebagai berikut.

Komponen Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan material atau spare part dapat dibedakan menjadi 2, biaya ini terdiri atas komponen biaya yang dikelompokkan menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung.

Penggolongan biaya ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam menempatkan biaya yang diperoleh dari data kepos dirumus yang seharusnya.

Biaya Tidak Langsung
Biaya Penyusutan Asset Toko
Bagian toko atau departemen toko sebagai divisi yang bertugas dalam melakukan pengadaan dan penjualan atas material atau spare part memerlukan fasilitas untuk dipakai guna mendukung operasionalnya. Fasilitas ini berupa aset tetap yang juga mengalami penyusutan, biaya penyusutan atas aset pendukung aktivitas pengadaan dan penjualan material ini perlu diperhitungkan dan dibebankan kedalam perhitungan harga jual supaya mendapatkan harga jual yang seharusnya menurut metode Time and Material Pricing. Penyusutan sebagai komponen biaya tidak langsung menjadi penting karena akan digunakan untuk menentukan jumlah persentase Mark Up atas harga material atau spare part yang akan dijual. Ada pun dari total 19 item aset tetap perusahaan yang dicatat dalam lampiran terdapat 10 item aset tetap yang menjadi bagian dari departemen atau divisi toko. Rincian atas aset tetap pada departemen atau divisi toko dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 12 Penyusutan Aset TokoBerdasarkan data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa biaya penyusutan departemen atau divisi toko sebagai bagian dari komponen biaya tidak langsung adalah sebesar Rp. 10.941.166,67 per tahun.
Gaji Pegawai Toko
Selain biaya penyusutan departemen atau divisi toko juga didukung oleh pegawai untuk administrasi, kasir, dan servis advisor. Biaya gaji pegawai yang dikeluarkan juga termasuk kedalam kategori biaya tidak langsung. Biaya-biaya ini dapat dirinci sebagai berikut.

Administrasi 1 orang x Rp 2.300.000,00= Rp 2.300.000,00
Kasir 1 orang x Rp 1.900.000,00= Rp 1.900.000,00
Service Advisor 1 orang x Rp 3.000.000,00= Rp 3.000.000,00
Total 1 bulan= Rp 7.200.000,00
Biaya gaji pegawai toko 1 tahun= Rp 86.400.000,00
Biaya Peralatan Kantor
Untuk menunjang kegiatan administrasi perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp 7.500.000,00 per tahun. Biaya ini digunakan untuk membeli perlengkapan kantor yang oleh perusahaan disebut sebagai peralatan kantor yang habis dipergunakan setiap bulan. Peralatan yang dimaksud adalah tinta printer, kertas nota print, HVS, dan alat tulis kantor.

Biaya Listrik
Departemen atau divisi toko juga membutuhkan listrik, pada pembahaasan penentuan harga jual jasa servis alokasinya adalah 41, 366% dari total biaya listrik dalam 1 tahun sehingga 58,634% lagi merupakan biaya listrik untuk departemen atau divisi toko. Adapun perhitungan biaya listrik untuk departemen atau divisi toko adalah sebagai berikut.

Persentase alokasi= 58,634%
Biaya listrik total 1 tahun= Rp 24.000.000,00
Biaya listrik toko 1 tahun= 58,634% x Rp 24.000.000,00
= Rp 14.072.066,45
Berdasarkan perhitungan biaya tidak langsung diatas maka biaya tidak langsung total dapat dijabarkan sebagai berikut.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 13 Biaya Tidak Langsung TokoBiaya Langsung
Biaya langsung dalam pengadaan material atau spare part pada departemen atau divisi toko adalah jumlah biaya yang dikeluarkan atas pembelian spare part selama tahun 2016. Setiap bulan secara rutin perusahaan melakukan pembelian atas material atau spare part, pembelian dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pembelian wajib dan opsional. Adapun perincian taksiran dari pembelian material atau spare part dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 14 Pembelian Material BulananBerdasarkan tabel diatas jumlah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian material atau spare part pada toko adalah sebesar Rp 88.258.000,00 setiap bulannya, sehingga dalam 1 satu tahun diperoleh biaya pembelian sebesar Rp 1.059.096.000,00.

Perhitungan Mark Up
Perhitungan Mark Up dilakukan untuk menutupi biaya tidak langsung yang dikeluarkan termasuk target laba yang diharapkan. Perhitungan Mark Up adalah jumlah biaya tidak langsung dengan target laba kemudian dibagi biaya langsung, yaitu taksiran biaya pembelian material.
Biaya tidak langsung= Rp 118.913.233,12
Laba yang diharapkan = Rp 174.000.000,00
(29%*Rp. 50.000.000,00*12 Bulan)
Biaya langsung (taksiran pembelian material)=Rp 1.059.096.000,00
Mark Up=Rp 118.913.233,12+Rp 174.000.000,00Rp 1.059.096.000,00x 100% = 27,657%
Berdasarkan perhitungan diatas maka diperoleh persentase Mark Up atas harga jual material atau spare part adalah 27,657%.

Perhitungan Harga Jual Material atau Spare Part
Setelah mendapatkan persentase Mark Up dan mengetahui harga beli material atau spare part maka harga jual dapat dihitung dengan metode Time and Material Pricing. Harga jual didapat dengan rumus harga beli material atau spare part ditambah harga beli spare part dikali persentase Mark Up. Jadi sebelum melakukan perhitungan kita perlu mengetahui terlebih dahulu berapa harga material yang digunakan untuk digunakan sebagai dasar pengenaan Mark Up. Berikut ini adalah daftar harga beli atas material yang dibutuhkan untuk keperluan servis.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 15 Harga Beli Material-KARBURATORTidak jauh berbeda dengan sepeda motor karburator, sepeda motor PGM-FI juga memiliki harga beli material yang sama hanya saja ada perbedaan pada kategori sport dan scooter untuk ukuran silinder sepeda motornya. Tabel dihalaman berikutnya akan menampilkan harga beli material yang digunakan untuk keperluan servis pada sepeda motor jenis PGM-FI.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 16 Harga Beli Material-PGM-FISetelah mengetahui harga beli spare part maka dilakukan Mark Up atas harga beli untuk menentukan harga jual.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 17 Harga Jual dengan Metode-KARBURATORTabel diatas merupakan harga jual material atau spare part yang digunakan sehubungan dengan servis kendaraan jenis karburator dan dibawah ini adalah jenis PGM FI.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 18 Harg Jual dengan Metode-PGM-FIKedua tabel diatas menyajikan harga jual atas material atau spare part servis yang diperoleh melalui perhitungan dengan menggunakan metode Time and Material Pricing. Rincian lengkap perhitungan untuk masing-masing dapat dilihat pada lampiran diakhir laporan ini. Berikut ini adalah contoh perhitungan harga jual material yang mewakili setiap jenis sepeda motor karburator, perhitungan dengan cara yang sama juga berlaku untuk sepeda motor PGM-FI.

Ganti oli kendaraan karburator CUB <110 CC
Harga beli oli: Rp. 38.000,00
Mark Up: 27,657%
Harga jual= Rp. 38.000,00 + (Rp. 38.000,00 x 27,657%)
= Rp. 48.508,66
Ganti oli kendaraan karburator SPORT 125 CC
Harga beli oli: Rp. 39.000,00
Mark Up: 27,657%
Harga jual= Rp. 39.000,00 + (Rp. 39.000,00 x 27,657%)
= Rp. 49.786,23
Ganti oli kendaraan karburator SCOOTER 110 CC
Harga beli oli: Rp. 41.000,00
Mark Up: 27,657%
Harga jual= Rp. 41.000,00 + (Rp.41.000,00 x 27,657%)
= Rp. 52.339,37
4.2.3 Perbandingan Harga Jual Perusahaan dengan Harga Jual Time and Material PricingSetelah melakukan perhitungan untuk mendapatkan harga jual jasa dan waktu menurut perusahaan dan dengan menggunakan metode Time and Material Pricing maka selanjutnya dilakukan pembandingan harga atas keduanya. Hasil perbandingan nantinya akan menunjukkan selisih dan manakah yang lebih tinggi harga jualnya antara harga yang diterapkan perusahaan atau harga jual yang dihitung dengan menggunakan metode penentuan harga jual yaitu metode Time and Material Pricing. Berikut ini adalah perbandingan untuk harga jual jasa dan material baik karburator maupun PGM-FI.

Harga Jual Jasa
Perbandingan harga jual jasa dilakukan dengan mengurangkan harga jual yang diterapkan perusahaan terhadap harga jual yang diperoleh dari perhitungan Time and Material Pricing. Harga jual jasa dalam perbandingan juga dibedakan menjadi dua kategori, yaitu kategoti motor karburator dan kategori sepeda motor PGM-FI.

Sepeda motor karburator
Sepeda motor karburator memiliki tiga tipe kendaraan, yaitu CUB, SPORT, dan SCOOTER. Masing-masing tipe kendaraan ini juga dibedakan lagi berdasarkan besar atau ukuran silinder kendaraan yang dinyatakan dalam satua CC. Berikut ini adalah rincian perbadingan pada sepeda motor karburator.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 19 Perbandingan Harga Jual Jasa-KARBURATORSepeda motor PGM-FI
Sama halnya dengan sepeda motor karburator, jenis sepeda motor PGM-FI juga memiliki tiga tipe kendaraan yaitu CUB, SPORT dan SCOOTER. Berikut ini adalah rinciannya.

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 20 Harga Harga Jual Jasa-PGM-FISelisih harga jual yang ditunjukkan pada dua tabel diatas bernilai positif dan negatif, artinya setiap angka yang bertanda minus pada gambar tabel harga perbandingan berarti harga jual yang seharusnya lebih besar, yaitu sebesar nilai negatif yang tertera untuk dimplementasikan. Sebaliknya jika ternyata pada gambar tabel harga tidak terdapat tanda negatif maka perusahaan telah menerapkan harga jual yang lebih tinggi dari yang seharusnya yaitu senilai angka yang tidak bertanda minus pada gambar tabel harga jual.

Harga jual material
Perbandingan harga jual material dilakukan dengan cara mengurangkan harga jual yang diterapkan perusahaan dengan yang didapat melalui perhitungan dengan metode Time and Material Pricing. Perbandingan harga jual dibedakan menjadi dua yaitu perbandingan harga jual material sepeda motor karburator dan PGM-FI. Berikut ini adalah penjabarannya.

Sepeda motor karburator
Material yang dijual untuk sepeda motor karburator dibedakan berdasarkan jenis kendaraannya, yaitu CUB, SPORT, dan SCOOTER. Setiap jenis kendaraan ini juga memiliki penggolongan berdasarkan ukuran silinder. Berikut ini adalah perbandingan harga jual material sepeda motor karburator.

Table 4 SEQ Table_4 * ARABIC 21 Perbandingan Harga Jual Material-KARBURATORSepeda motor PGM-FI
Sepeda motor PGM-FI memiliki tiga tipe kendaraan juga, masing-masing tipe kendaraan adalah CUB, SPORT, dan SCOOTER. Sama halnya dengan sepeda motor karburator, ketiga tipe kendaraan pada PGM-FI juga dibedakan atas ukuran silinder kendaraan yang dinyatakan dalam ukuran CC. Berikut ini adalah rincian perbandingan harga jual material pada sepeda motor jenis PGM-FI.

Table 4 SEQ Table_4 * ARABIC 22 Perbandingan Harga Jual Material-PGM-FIBerdasarkan hasil perbandingan dua tabel harga jual diatas didapati hasil perbandingan yang dilakukan menunjukkan angka selisih bertanda positif dan negatif. Apabila hasil perbandingan yang tertera pada gambar tabel perbandingan adalah negatif artinya perusahaan menjual lebih murah dari harga yang seharusnya. Apabila bertanda positif maka perusahaan telah menjual lebih mahal sejumlah angka yang bertanda positif.
Harga jual jasa dan material
Setiap konsumen bebas memilih untuk membeli jasa saja maupun jasa beserta spare part yang dibutuhkan untuk material servis. Tabel dihalaman berikutnya akan menjabarkan mengenai perbandingan harga jual gabungan antara jasa dan material. Dari perbandingan yang dijabarkan akan diketahui berapa selisih antara harga yang diterapkan perusahaan dengan harga jual yang diperoleh melalui perhitungan dengan menggunakan metode Time and Material Pricing. Selisih yang ditunjukkan pada tabel merupakan hasil pengurangan harga jual perusahaan dengan harga jual melalui perhitungan. Selisih yang menunjukkan nilai negatif berarti perusahaan menjual dengan harga yang lebih murah senilai angka tersebut. Sebaliknya apabila selisih menunjukkan nilai positif artinya perusahaan menjual lebih mahal senilai angka tersebut. Perbandingannya adalah seperti pada tabel dibawah ini.

Sepeda motor KARBURATOR

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 23 Perbandingan Harga Jasa & Material-KARBURATOR
Sepeda motor PGM-FI

Table 4. SEQ Table_4 * ARABIC 24 Perbandingan Harga Jasa & Material-PGM-FI
Melalui tabel selisih harga jual jasa dan material pada halaman sebelumnya dapat diketahui bahwa dengan menerapkan harga jual versi perusahaan masih dapat menghasikan laba, hal ini ditunjukkan melalui total selisih harga jual yang menunjukkan nilai positif yaitu Rp 744.593,94 untuk penjualan pada sepeda motor KARBURATOR dan Rp 1.307.567,79 pada sepeda motor PGM-FI meskipun beberapa jenis servis menunjukkan nilai minus.

BAB VPENUTUP5.1 KesimpulanBerdasarkan pembahasan dan perhitungan harga jual jasa servis dengan menggunakan metode Time and Material Pricing pada Bengkel Resmi Honda Pangeran Motor dapat ditarik dua kesimpulan, yaitu:
Harga jual melalui perhitungan Metode Time and Matrial Pricing membebankan seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung termasuk laba yang diharapkan terhadap produk sebagai dasar penentuan harga jual.

Harga jual yang diperoleh melalui perhitungan dengan menggunakan Metode Time and Material Pricing relatif lebih mahal pada sebagian besar jenis servis yang ditawarkan, sebaliknya pada penjualan spare part relatif lebih murah pada sebagian besar spare part untuk kebutuhan servis.

5.2 SaranBerdasarkan kesimpulan yang telah dibuat maka berikut saran yang penulis ingin sampaikan. Sebaiknya perusahaan mempertahankan harga jual jasa servis mengingat minat konsumen yang masih besar, terbukti rata-rata konsumen dalam 1 bulan ada 1.200 dan harga yang ditawarkan juga telah sesuai harga HONDA yang juga menjadi acuan bengkel resmi lainnya, selain itu total selisih harga jual melalui perhitungan juga masih menunjukkan angka positif yang artinya penerapan harga jual saat ini masih untung.

DAFTAR PUSTAKA BIBLIOGRAPHY Baldric Siregar, Bambang Suripto, Dody Hapsoro, Eko Widodo Lo, Frasto Biyanto. (2014). Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Charles T. Horngren, S. M. (2008). Akuntansi Biaya. Jakarta: PT. Indeks.

Don R. Hansen, M. M. (2009). Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.

Dwiyandra, F. P. (2014). Penerapan Metode Time And Material Pricing Dalam Menentukan Harga Jual Jasa Servis Pada Pangkalan Motor Servis. Pekanbaru.

Garisson, N. B. (2013). Akuntansi Manejerial. Jakarta: Salemba Empat.

Kevin Lance Keller, K. P. (2012). Marketing Management 14th edition. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Mulyadi. (2001). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi. (2009). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: UPP-STIM YKPN.

Narimawati, U. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: Agung Media.

Noreen, R. H. (2003). Managerial Accounting. New York: Boston McGraw-Hill.

Susanti, E. (2013, 12 7). Perhitungan Harga Jual Jasa Service Dengan Menggunakan Time And Material Pricing Method Pada PT Intraco Penta, Tbk Cabang Samarinda. Retrieved from Eva Susanti Blog-Djarum Beasiswa Plus: https://blog.djarumbeasiswaplus.org/evasusanti/2013/12/07/jurnal-akuntansi/